Mitos dan Fakta Seputar

Kolesterol

Di sekitar kita, banyak informasi seputar kolesterol. Ada yang benar, ada pula yang tidak. Agar tak sampai meyakini informasi yang menyesatkan, simak ulasan singkat tentang mitos dan fakta seputar kolesterol, berikut ini. :

1. Mitos : Orang tidak perlu khawatir akan terkena kolesterol tinggi.
Fakta : Kolesterol tinggi tidak hanya menimpa orang bertubuh . Orang kuruspun bisa terkena kolesterol tinggi. Banyak orang yang tidak gampang , walau mengonsumsi banyak . Hal tersebut membuat mereka tidak menyadari kandungan lemak dalam yang mereka konsumsi. Akibatnya, mereka memakan apapun tanpa memerhatikan kandungan lemaknya.  
2. Mitos : Kolesterol tinggi hanya menyerang lanjut .
Fakta : yang tidak seimbang, kurang berolahraga, dan merokok adalah gaya hidup kaum muda yang banyak ditemui saat ini. Hal tersebut memicu tingginya kadar kolesterol dalam darah. Kadar kolesterol tinggi juga mengancam anak-anak, utamanya mereka yang berasal dari keluarga dengan kolesterol tinggi. Karena itu, semua orang yang berusia di atas 20 tahun dianjurkan untuk mengecek kadar kolesterol secara rutin.
3. Mitos : Kolesterol hanya masalah kaum pria.
Fakta : Sebelum menopause, wanita terlindungi dari LDL atau kolesterol jahat karena hormon estrogen pada wanita cenderung meningkatkan kadar HDL atau kolesterol baik. Tetapi, ketika memasuki masa menopause, kadar estrogen dalam tubuh mulai menurun dengan drastis dan menyebabkan kadar LDL meningkat, sementara HDL menurun.  
4. Mitos : ‘Saya tidak merasa sakit, jadi saya baik-baik saja’.
Fakta : Kolesterol tinggi dikenal juga dengan silent killer karena tidak memiliki gejala tertentu dan hanya dapat diketahui dengan pemeriksaan laboratorium. Oleh karena itu, banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya sudah terkena kolesterol tinggi.
5. Mitos : Kolesterol tinggi adalah orang kaya.
Fakta : Kolesterol tinggi bisa menyerang siapa saja, tidak peduli kaya atau miskin. Pada dasarnya, semua orang memiliki kolesterol dalam tubuhnya. Orang miskinpun dapat terkena kolesterol tinggi jika asupan makanannya tidak , seperti mengkonsumsi banyak gorengan di mana minyak yang digunakan mengandung lemak jenuh tinggi.



Semoga dengan paparan tulisan yang tidak berarti ini, kami harap Anda bisa lebih bijaksana mengatur pola hidup sehat.

Apa Komentar Anda?

Komentar

Leave a Reply