Dukungan emosional yang diberikan oleh orang-orang sekitar akan membuat orang menjadi lebih punya semangat hidup. Interaksi sosial seperti ini yang diutarakan oleh kelompok peneliti dari Universitas Utah dan North Carolina AS dapat mengurangi resiko kematian seseorang. Para peneliti tersebut bahkan mengatakan bahwa angka kematian orang-orang yang kurang pergaulan setara dengan resiko kematian yang dihadapi oleh para pecandu alkohol.

ORANG KUPER CEPAT MATI

Orang yang kurang pergaulan (kuper) perlu mencermati hal ini. Penelitian membuktikan orang yang tidak memiliki kehidupan sosial punya kecenderungan mati muda 50 persen lebih besar ketimbang mereka yang suka bergaul. Perbandingan angka harapan hidup antardua golongan itu mencapai 3,7 tahun.

Menurut sekelompok peneliti dari Universitas Utah dan North Carolina Amerika Serikat orang-orang kuper memiliki angka kematian yang setara dengan pecandu alkohol. “Sedangkan dampak memiliki banyak teman sama seperti berhenti merokok,” ujar Profesor Burt Urchino, kepala tim peneliti, Selasa (14/9).

Keberadaan teman, dia melanjutkan, membuat hidup seseorang lebih mudah. Mulai dari meminjamkan uang, memberi tumpangan, membantu menjaga bayi, sampai menjaga kesehatan. “Secara tidak langsung teman memberi alasan kita untuk terus hidup,” katanya.

Dukungan emosional yang diberikan teman dekat dapat membantu seseorang untuk melihat suatu masalah lebih jelas. “Dengan memiliki hubungan dan merasa dicintai, kita bisa hidup lebih tenang dan aman,” ujar Uchino.

Penelitian ini diambil dari 148 studi data kematian sepanjang tiga dekade, yang melibatkan lebih dari 300 ribu sampel. Menurut Uchino, hubungan antara maut dan kematian ini berlaku tanpa melihat perbedaan jenis kelamin dan kondisi kesehatan.

Jadi, mengutip jargon iklan rokok, teman bukan sekedar meramaikan suasana, tapi terbukti bikin hidup lebih hidup.

Leave a Reply