Resistensi dan Pencegahannya

Istilah antibiotik begitu populer di lingkungan masyarakat kita, dan hampir semua penyakit dalam resep yang diberikan dokter selalu menyertakan antibiotik. Penyakit pilek dan batuk dalam pengobatannya sering disertai antibiotik, padahal pilek/salesma tidak disebabkan oleh , sehingga dalam pengobatannya tidak perlu antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat mengakibatkan munculnya resistensi antibiotik, yaitu sudah kebal terhadap antibiotik tertentu. Resistensi antibiotik ini menunjukkan bahwa antibiotik atau solusi masalah kesehatan di masa lalu pun bisa menjadi masalah di masa kini, karena itu perlu diwaspadai.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan penemuan berbagai jenis antibiotik dalam 40-50 tahun terakhir memang memberi harapan bagi banyak pasien dengan penyakit infeksi. Usaha untuk menyelamatkan hidup ini semakin sulit karena munculnya berbagai kuman yang resisten. Sebab, laju penemuan obat baru tidak sebanding dengan kemunculan kuman baru dalam 20-30 tahun terakhir.

Sudah banyak ditemukan beberapa kuman yang resisten atau kebal terhadap antibiotik di seluruh dunia. Misalnya kasus yang paling populer adalah metichilin (MRSA), vancomycin (VRE), dan .Maka kepatuhan pasien untuk meneruskan juga lebih lama.

Resistensi antibiotik bisa diantisipasi dengan cara mencegah muncul dan berkembanganya bakteri resisten dan mencegah penyebaran bakteri resisten yang sudah ada. Tips yang dapatdilakukan antara lain :

• Penggunaan antibiotik secara bijak, termasuk tepat indikasinya, tepat penderita, tepat obat, dan tepat dosis–lama pemberian obat dan waspada efek samping.
• Pengendalian penyebaran kuman resisten dengan cara membiasakan diri selalu mencuci tangan menggunakan sabun.
• Tidak sembarangan mengkonsumsi antibiotik. Gunakan antibiotik hanya dengan , dengan dosis dan jangka waktu yang sesuai dengan resep.
• Jangan menggunakan atau membeli antibiotik berdasarkan resep sebelumnya atau resep yang pernah diberikan kepada orang lain dengan keluhan kesehatan yang sepertinya sama.
• Pilek, batuk, dan diare umumnya tidak memerlukan antibiotik.
• Jangan paksa dokter untuk memberikan antibiotik.

Apa Komentar Anda?

Komentar

Leave a Reply