Sumber protein yang satu ini terbilang ekonomis daripada daging . Ayam juga banyak digemari karena dagingnya gampang diolah menjadi berbagai hidangan. Berikut ini beberapa tips untuk memilih, menyimpan, dan mengolah ayam :

Memilih
• Pilih yang masih berkulit kencang, warnanya putih cerah (tidak pucat), dan dagingnya tidak lembek. Cermati pula baunya, harus masih dan tidak berbau busuk.
• Sedapat mungkin pilih ayam yang mulus tanpa cacat atau memar, baik bagian maupun -tulangnya.
• Setelah dibeli, ayam dalam bungkusan yang disertai es batu agar tetap dingin dan segar sampai saat diolah.

Menyimpan
• Sebaiknya, ayam tidak disimpan lama, yang terbaik adalah langsung mengolahnya setelah dibeli.
• Jika terpaksa perlu disimpan, cuci bersih ayam, tiriskan, dan seka dengan hingga kering. Taruh ayam dalam wadah kedap udara atau plastik bersih, lalu simpan dalam pembeku. Simpan ayam sesuai dengan jumlah porsi yang dibutuhkan.

Mengolah
• Lumuri ayam dengan , lalu simpan dalam lemari pendingin hingga saat digunakan. Jangan lupa balik sesekali potongan ayam agar terserap merata.
• Ayam yang telah diungkep dalam bumbu boleh disimpan di lemari pendingin. Pastikan ayam olahan tersebut telah benar-benar dingin sebelum disimpan dan taruh dalam wadah bertutup rapat. Sertakan tanggal pembuatan agar mudah mengingatnya saat mengolahnya lebih lanjut.
• Khusus untuk ayam yang disimpan hingga beku, cairkan esnya dengan menyimpannya di lemari pendingin. Karena itu, perhitungkan waktu persiapan. Biasanya, ayam utuh beku membutuhkan waktu 1 hari untuk mencair.
• Jangan bekukan kembali ayam yang telah dicairkan. Untuk itu, saat menyimpan, pisah-pisahkan ayam sesuai porsi untuk sekali santap dan simpan di lemari pembeku.

Femina

Apa Komentar Anda?

Komentar

Leave a Reply